WRE Barbeque with KBMT

2 September 2017, di belakang sekretariat himpunan mahasiswa pengairan yang biasanya kosong kali ini tampak ramai. beberapa alas dari sisa banner tertata rapi. musik mengiringi dan memecah heningnya malam itu. asap mulai berkebul dari beberapa batu bata yang ditata sebagai tungku kami. WRE Barbeque sudah siap terselenggara dengan beberapa daging yang sudah tertusuk dan siap terbakar.

Kegiatan ini berawal ketika kami mendapatkan banyak sumbangan daging dari berbagai sumber. ada yang dari LSO Formita, ada yang dari LSO Al-Hadid dan beberapa lagi. karena kebanyakan adalah anak perantauan yang ada di Malang, akhirnya kami memutuskan untuk mengolah daging itu sendiri. mengemasnya dalam sebuah kegiatan kecil yang kami namakan WRE Barbeque. tidak hanya sampai disini saja. memang namanya dari kami WRE Barbeque, namun kami juga mengajak Keluarga Besar Mahasiswa Teknik (KBMT) dan lembaga jurusan lainnya seperti PWK, Arsitek dan lain – lain.

Para wanita bertugas menyiapkan daging sebelum diolah. di dalam sekretariat Himpunan Mahasiswa Pengairan juga telah dibuat dan disediakan beberapa penanak nasi, kemudian dikumpulkan menjadi satu pada sebuah wadah yang besar sebelum nantinya dihidangkan dan dimakan bersama sama. persiapan ini membutuhkan cukup banyak waktu termasuk juga dengan menyiapkan tungku kami yang kami buat dengan susunan batu bata. ada pula jaring besi yang kami gunakan untuk membakar sate kambing dan sapi kami nantinya.

usai persiapan selesai, kami mulai masuk pada acara yang pertama yaitu pembakaran daging qurban. sesuai dengan bumbu – bumbu yang disiapkan oleh para wanita, kami juga mengikuti instruksi dari mereka. mulai dari memasukkan daging yang telah ditusuk ke dalam kecap dengan campuran nanas, kemudian membiarkannya sedikit agak lama hingga mengolesinya dengan minyak dan kecap ketika sedang dibakar. untuk membantu pemanasan dari arang yang ada, kami menggunakan kipas angin yang kami pinjam dari BEM Teknik sehingga kami pun tidak perlu capek untuk mengipasinya.

acara pembakaran daging ini harus terhenti mana kala master chef laily amalia putri harus mulai duduk di singgasananya. terkebul oleh asap dan panas bara api, cewek satu ini tidak gentar untuk menyelesaikan 2 krengsengan daging dengan bumbu yang telah dia siapkan. seperti melihat film perang, phentermine dia mengaduk daging dan bumbu, menambahkan air, mengicipi kuahnya semua dilakukan dalam kepulan asap yang terus menerus mendera wajahnya. tapi tanpa gentar dia terus memasak demi semuanya. cewek teknik memang terkenal kuat, jika cewek teknik kuat, mungkin dia bisa dibilang ceweknya cewek teknik.

usai 2 krengsengan dan satu keranjang penuh sate bakar, kami masuk ke dalam acara inti yaitu makan bersama. dihadiri oleh banyak sekali KBMP dan KBMT. kekeluargaan dan Kebersamaan keluarga besar mahasiswa Teknik memang benar – benar terasa. jika kamu tidak bisa pulang, jika kamu jauh dari keluarga kamu, datanglah ke gedung kemahasiswaan. karenanya pintu kami terbuka lebar untuk kalian. (yri)

46 total views, 6 views today

84 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *