Teknik Pengairan Juara 1 Lomba Rancang Bendungan Nasional III

Tim Himps 64, Tim Anagata 64, dosen universitas Mataram serta Alumni Teknik Pengairan

 

 

 

 

Lomba Rancang Bendungan Nasional merupakan lomba tahunan yang diadakan Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram dalam rangka memperingati Dies Natalis Jurusan Teknik Sipil Universitas Mataram. Lomba Rancang Bendungan Nasional pada tahun 2017 ini sudah diaksanakan sebanyak 3 kali sehingga untuk tahun 2017 dinamakan Lomba Rancang Bendungan Nasional III. Sesuai dengan bidang lombanya, kami dari Jurusan Teknik Pengairan tentunya berkesempatan untuk ikut dan akhirnya 2 tim lolos menjadi finalis kemudian berhak berangkat ke Mataram.

Pada hari Senin, 6 November 2017 kami dari tim HIMPS-64 dan ANAGATA-64 yang merupakan 2 tim yang lolos, serta 2 manajer berangkat menuju Nusa Tenggara Barat setelah sebelumnya kami sempatkan untuk berpamitan dengan dosen-dosen dan beberapa elemen kampus yang lainnya. Tim HIMPS-64 beranggotakan Roid Ghozi, Yuangga Rizky Illahi, dan Ribut Setiawan dengan Dosen Pembimbing Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT., sedangkan Tim ANAGATA-64 beranggotakan Yulia Amirul Fata, Sunan Mukti S., dan Hans Ivan dengan Dosen Pembimbing Ir. Heri Suprijanto MS. Tiba pukul 23.00 WITA di bandara Internasional Lombok. Di bandara Internasional Lombok kami di jemput oleh alumni Teknik Pengairan serta LO dari panitia LRBN menuju hotel penginapan kami yang telah disediakan oleh pak Chairil alumni Teknik Pengairan di Mataram.

Lokasi Pertemuan Alumni

Keesokan harinya kegiatan masih belum terlalu padat. Siang hari kami dijemput LO masing-masing untuk menuju Universitas Mataram guna mengikuti kegiatan Technical Meeting dan Pembukaan Maket. Awalnya dilakukan pemaparan beberapa peraturan oleh panitia yang kemudian disambung dengan sesi Tanya jawab. TM menghasilkan sedikitnya 5 keputusan dan beberapa peraturan baru yang perlu disampaikan seperti dimana dosen pembimbing tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam ruang presentasi. Kemudian dilanjutkan dengan Pembukaan dan pengecekan Maket setelah kegiatan TM berakhir.

Sedikit kesusahan menyesuaikan Waktu Indonesia Barat (WIB) dan Waktu Indonesia Tengah (WITA), kami hampir terlambat ketika malamnya kami akan mengikuti acara silahturrahmi dengan alumni Teknik Pengairan di Mataram. Kami berdelapan dijemput oleh alumni untuk mengikuti kegiatan reuni alumni pengairan se-Mataram di Roemah Langko. Banyak sekali Alumni Pengairan dari berbagai angkatan dan berbagai pekerjaan yang umumnya berdomisili di Lombok atau NTB hadir pada malam itu. Pada acara silaturrahmi tersebut juga dihadiri oleh dosen-dosen pembimbing dari masing-masing tim, pak Azis Husain yang merupakan sesepuh dari Dosen Teknik Pengairan, serta pak Sigit selaku perwakilan dari FAP. Acara dimulai dengan perkenalan satu per satu dari para alumni, kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah, dan di akhiri dengan sesi foto bersama di halaman Roemah Langko. Banyak hal yang kami dapatkan dan merupakan motivasi yang besar untuk kami memenangkan perlombaan ini melihat bagaimana para alumni begitu support kepada mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan.

Aula Lokasi Lomba

Kompetisi LRBN berlangsung keesokan harinya yang terdiri dari dua sesi yaitu pameran maket dan presentasi tanya jawab dimana Tim ANAGATA-64 mendapatkan nomor urut 6 dan Tim HIMPS-64 nomor urut 9 pada saat undian TM berlangsung hari sebelumnya. Pameran maket dilakukan di aula auditorium oleh masing-masing tim dimana nantinya terdapat pengunjung yang datang untuk bertanya-tanya serta memilih dari maket pilihan untuk menentukan juara favorit. Sembari menunggu giliran untuk presentasi maka tim berada di acara pameran maket dan menjelaskan desain serta maket pada setiap

Tanjung Aan

pengunjung yang datang. Satu persatu peserta dipanggil sesuai dengan nomor utrut untuk presentasi dan  tahap presentasi berlangsung di ruangan dimana terdapat panitia, peserta, dan tiga orang dewan  juri. Sesi pertama adalah presentasi yang berlangsung 7 menit, kedua video animasi selama 4 menit, ketiga adalah tanya jawab selama 15 menit, dan yang terakhir sesi maket selama 10 menit.  Setelah presentasi berakhir kami kembali lagi menuju lokasi pameran sembari menunggu acara selesai.

HIMPS 64 (Ribut Setiawan, Yuangga Rizky Illahi, Roid Ghozi)

Hari ketiga kami di Pulau Lombok merupakan hari darmawisata dan pengumuman pemenang dari LRBN III. Dimulai pagi hari kami mengikuti wisata bersama panitia di Pantai Tanjung Aan dan Desa Adat Sade. Di Tanjung Aan kami bermain ayunan, berfoto bersama, dan makan bersama di pinggir pantai dengan panitia dan seluruh peserta. Di Desa Sade kami diberikan informasi mengenai sejarah desa tersebut yang masih dilestarikan hingga kini dimana masyarakat disana Muslim namun memiliki tradisi unik seperti membersihkan lantai seminggu sekali dengan kotoran kerbau serta terdapat pula tarian dalam bentuk pertarungan yang menjadi penyambut ketika pengunjung dating dan memasuki desa sade. Sesi wisata terakhir adalah belanja oleh-oleh dengan harga terjangkau di salah satu toko.

ANAGATA 64 (Hans Ivan, Yulia Amirul Fata, Sunan Mukti)

Hanya terasa sejenak kami melepaskan ketegangan yang kami rasakan selama fieldtrip. Acara puncak pun akhirnya datang ketika malam hari tiba. Malam hari kami berada pada sebuah rumah makan dengan meja yang cukup besar berisikan panitia, peserta dan dosen – dosen serta undangan. Kemudian acara dimulai dengan sambutan – sambutan, makan malam serta penampilan tari tradisional. Ketegangan masih terasa selama acara – acara sebelumnya namun memuncak ketika akhirnya pengumuman dilakukan. Namun pada akhirnya kami bisa bernafas lega ketika tim ANAGATA 64 berhasil mendapatkan Juara Maket Terinovatif dan tim HIMPS 64 Juara 1. Kami bisa bernafas lega dimana Pengairan yang berhasil mencetak Hatrick dengan membawa pulang piala Juara 1 selama 3 tahun berturut turut.

Jumat pagi untuk melepas penat serta menikmati indahnya Lombok keesokan harinya kami pergi menuju Gili Trawangan yaitu salah satu pulau di utara pulau NTB. Perjalanan menuju lokasi disuguhkan pemandangan yang sangat indah karena menyusuri pinggiran  pantai eksotis. Kami menyeberang dengan perahu umum dengan tiket per orang Rp.25.000,00- dan menempuh kurang lebih 45 menit menuju pulau Gili Trawangan. Sesampai disana terlihat banyak turis asing serta pertokoan yang berderet sepanjang jalan, persewaan sepeda, persewaan alat selam, perahu, hingga menaiki dokar berkeliling pulau. Kami menuju ke utara untuk bersantai dan beberapa dari kami menyelam di pantai untuk menikmati keindahan bawah laut yang masih terjaga. Malam harinya Tim HIMPS-64 harus kembali menuju Malang disusul oleh Tim ANAGATA-64 keesokan harinya.

Banyak suka duka bersama yang kami lewati bersama dalam LRBN III ini, untuk mempertahankan juara I sebagai pemenang bukanlah hal yang mudah begitu pula sebagai pengemban dari harapan untuk mewakili sebagai finalis lomba. Kerja sama dan kerja keras merupakan kunci utama dari mahasiswa untuk meraih prestasi dalam bersaing dikancah Nasional. Kami berharap selalu ada penerus yang terus mengharumkan almamater tercinta ini, karena pepatah pun berkata “Buah tidak akan Jatuh Jauh dari Pohonnya”. HIDUP PENGAIRAN !!! (yaf & dms)

335 total views, 2 views today