MENGENAL KONSEP “ECO-SMART PORT” DI AJANG INDONESIA WATER CHALLENGE 2019

Indonesia Water Challenge 2019 diselenggarakan oleh The Water Agency dengan bekerjasama Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Kementrian Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda, Pelindo III, Terminal Teluk Lamong, Van Oord, Deltares, Waskita Karya, dan Pelabuhan Rotterdam.  Program ini diselenggarakan pada 19 Maret 2019 – 22 Maret 2019. Program ini memberikan pengalaman yang intensif dan unik bagi 25 mahasiswa terpilih untuk mempelajari tentang pengembangan “Eco-Smart Port” melalui presentasi, tugas kelompok, wisata, kuliah tamu, dan pelatihan yang dimentori oleh ahli internasional. Novianti Sidi Astri (P’015) adalah salah satu yang beruntung, dapat terpilih menjadi perwakilan dari Universitas Brawijaya. Universitas lain yang bergabung dalam program ini antara lain adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Pancasila, dan University of New South Wales.

Di hari pertama, 19 Maret 2019, para peserta diperkenalkan dengan Konseep “Eco-Smart Port”. Tugas selanjutnya adalah untuk menganalisis kondisi Teluk Lamong saat ini terhadap Konsep “Eco-Smart Port” dan berkonsultasi dengan masyarakat setempat. Kemudian memetakan hasil survei tersebut terhadap keunggulan dan kerugian dari Konsep “Eco-Smart Port”.

Di hari kedua, para peserta memainkan games seru dan edukatif, yang diberi nama “Port of The Future Serious Games”, yang dibuat oleh Deltares dan TU Delft. Dalam games tersebut, peserta dibagi menjadi 4 grup, merepresentasikan tiap sektornya, antara lain: Pemerintah, Pengawas Pelabuhan, Masyarakat, dan Lingkungan. Novianti berkesempatan berkelompok dengan mahasiswa dari ITB dan Undip. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi untuk menyelesaikan permasalahan Terminal Teluk Lamong.

Di hari terakhir, semua tim melaksanakan final presentation di hadapan hadirin yang professional, serta ahli senior di sektor sumber daya air dari Indonesia dan Belanda. Juri yang ahli di bidangnya turut memberikan penilaian terkait presentasi yang dilakukan setiap tim. Presentasi tersebut dimenangkan oleh tim dari ITB. Walaupun tidak memenangkan presentasi, bagi Novianti, mengikuti program tersebut merupakan sebuah kesempatan yang baik mengenal berbagai perusahaan dan bekerja sama dengan para ahli. Dari kegiatan Indonesia Water Challenge sebelumnya di 2013-2014 dan 2016-2017, beberapa peserta mendapat kesempatan untuk magang dan bekerja di perusahaan-perusahaan bergengsi, seperti Deltares, Van Oord, Royal Haskoning, BAM International, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Mengikuti Indonesia Water Challenge merupakan sebuah kesempatan unik untuk belajar tentang tantangan sumber daya air di Indonesia. Novianti berharap, di kesempatan selanjutnya ada teman-teman yang mau bergabung dengan program Indonesia Water Challenge dan mau bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa terpilih dari universitas ternama lainnya.

 

152 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *